ALLAH  SANGGUP

Dalam Perjanjian Lama dalam kitab Daniel, bapak dan Ibu bisa membaca sebuah cerita yang indah. cerita itu, indah karena memberitahukan tentang tiga orang yang setia kepada Allah, tetapi cerita ini menjadi lebih indah karena memberitahukan tentang Allah yang setia kepada UmatNya.   

Saya pikir bahwa kita bisa belajar beberapa hal dari cerita ini. Satu, kita seharusnya ingat bahwa orang-orang ini berdiri di pihak Allah, dengan percaya kepadaNya Kedua,  Allah setia kepada mereka.   Ketiga,  Karena, kesetiaan mereka, Allah dimuliakan.   Keempat,  kita belajar bahwa Allah memberikati setiap UmatNya, baik secara sosial dan maupun rohani.   

Cerita kita mulai dari Daniel pasal tiga ketika Raja Nebukadnezar bertitah bahwa " demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambuserdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!"  (Daniel 3:5-6) Sadrakh, Mesakh dan Abednego tiga pemuda Israel yang pernah ditangkap oleh raja Nebukadnezar dan kemulian diberi kekuasaan  atas wilayah Babel, tetapi ketiga pria ini mengasihi Allah mereka lebih daripada kedudukan mereka yang tinggi.  Tetapi mereka tidak bisa menyembah patung milik raja.  Ketika raja itu mendengar bahwa mereka menolak berlulut dan menyembah patung itu, Dia menyuruh mereka menghadap dia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya.  Daniel 3:16-18 memberi jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan raja itu seperti ini,  "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu dan dari dalam tanganmu, ya raja. tetapi seandainnya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Puji Tuhan, saya percaya bahwa orang-orang ini bersungguh-sungguh kepada Allah. 

 Saya pikir bahwa mereka sudah tahu dunia ini bukanlah tempat tinggal mereka dan mereka hanya numpang lewat selama di dunia ini.  Kalau saja semua Umat Allah bisa  belajar dari itu, Allah bisa melakukan sebuah pekerjaan yang hebat melalui kita.   Kita terus dengan cerita kita, ayat 22 berkata, " Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas."  Saudara-saudara nyala api perapian itu begitu panas, sehingga mampu membakar mati orang-orang yang mengangkat mereka ke perapian.  Saudara-saudara sungguh tidak baik melawan Allah yang Suci.  Ayat 23 berkata " Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat."  Kemudian raja Nebukadnezar sangat kagum dan berdiri cepat-cepat dan berkatalah ia kepada para menterinya, " Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar ya raja"  Katanya: Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka dan yang keempat itu rupanya seperti dewa!" Puji Tuhan untuk para pemuda yang setia.  Saudara-saudara apakah akan ada orang-orang lain yang berkata bahwa Anda  setia kepada Allah?  Apakah teman-teman berkata bahwa Anda selalu pergi ke gereja setiap hari Minggu? atau Anda selalu membaca Firman Allah?Apakah orang-orang lain berkata bahwa Anda akan berdiri di pihak Firman Allah bagaimanapun jadinya?  Apakah Anda hidup menurut hal-hal yang ada dalam dunia? Apakah orang lain pernah berkata bahwa Anda adalah seorang yang sangat beragama. 

Kalau seandainya saudara berdiri dihadapan seorang hakim karena saudara sudah menjadi orang Kristen, apakah ia memutukan Anda bersalah dari semua fakta-fakta yang mengberatkan Saudara?   Saudara-saudara kita harus mulai hidup kita seperti tiga orang ini.  Kita harus rela berkata kita akan tetap melayani Allah  walaupun kita akan mengalami kerugian.Dalam kitab injil Markus Yesus berbicara kepada orang kaya tentang keselamatannya.  Yesus berbicara kepada dia, "Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah" dan Dia menjawab Yesus, " Guru semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku"  Dan dalam Markus 10:21  Yesus berkata "Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, dan juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku. "  Saudara-saudara kalau Anda terus membaca cerita ini Anda akan belajar bahwa orang ini meninggalkan Yesus dengan perasaan yang sangat sedih karena dia seorang yang sangat kaya.  Uangnya telah memisahkan dia dari Allah karena dia mengasihi uangnya lebih  daripada Allah.  Kalau, orang ini berbicara seperti tiga orang Israel di atas, "Saya perlu uang ini karena Allah akan menyediaan semua keperluan saya, Allah sanggup.  Orang-orang lain bisa melihat hal-hal yang sama dalam hidupnya seperti raja Nebukadnezar melihat dalam perapian, saya melihat empat orang berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu, dan yang keempat itu rupanya seperti Anak Allah.  Ya, saudara-saudara kalau kita setia kepada Allah, Allah akan setia kepada kita dan membebaskan kita dari kuasa Iblis.   

Orang Israel setia dalam doa mereka  dan Allah membebaskan mereka dari perbudakan di  Mesir.  Yosua selalu setia setiap saat mengikuti Allah, dan Allah  memberikan dia kemenangan atas musuh-musuhnya dan membimbing semua UmatNya menuju ke Tanah Perjanjian.  Nabi Daniel setia dan Allah membebaskan dia dari singa-singa yang lapar. Raja Daud setia kepada Allah ketika dia berkata kepada Goliat dalam I Samuel 17:45,46  "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Isreal yang kautantang itu. Hari ini Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah."  Ya saudara-saudara Daud tidak pernah berpikir tentang Goliat yang tingginya dua setengah meter.  Dia hanya berpikir bahwa Goliat sudah mencemarkan nama Allah.  Daud sudah setia kepada Allah dan Allah memberkati Daud secara jasmani dan menjadikan dia raja atas Israel.  Allah tidak bisa selalu memilih memberkati UmatNya secara jasmani, tetapi Dia selalu memberkati mereka yang setia.     Apakah Anda seperti Daud, apakah Anda rela berkata seperti Daud, "Saya datang kepada engkau dalam nama Allah kita."  

Saudara-saudara harus rela berkata "saya datang kepada Anda dalam nama Allah kalau Anda mau memuliakan Allah kita."  Kesetiaan tiga orang ini memuliakan nama Allah.Apakah Anda juga melakukan seperti mereka.  Ayat 28 berkata, " Berkatalah Nebukadnezar: " Terpujilah Allahnya Sadrakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka. Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada Allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu."  Saudara-saudara oleh karena pendirian tiga orang ini melawan perintah raja, Allah dimuliakan dan lebih banyak orang menjadi orang Kristen.  Kalau Anda berpendirian seperti itu, banyak orang di Indonesia akan menjadi orang Kristen. Mungkin teman Anda, sanak keluarga atau ibu bapak Anda.  Ayat 30 memberitahukan kita apa yang Allah lakukan untuk mereka.  " Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel" 

Berikanlah hidup Anda kepada Allah seluruhnya hari ini.  Kesetiaan kepada Allah sangat penting kepada semua orang Kristen.  Kita harus menyadari bahwa Yesus adalah Allah Yesus berkata dalam Yohanes 14:9 " Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?  Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melih Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami."   Yohanes 10:30 Yesus berkata, " Aku dan Bapa adalah satu."  Yesus berkata juga, "Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." Berserulah kepada nama Yesus, percayalah kepada nama Yesus sebagai Juru Selamat Anda hari ini.  Sehingga, Anda bisa berkata seperti raja Daud, "Saya medatangi dengan nama Tuhan.  Atau mungkin saudara-saudara menjadi seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, ketika penderitaan datang ke dalam hidupAnda, Anda bisa berkata bahwa Allah Saya  Sunggup.  Ada waktu untuk kami menutup acara kami hari ini, Saudara-saudara ingatlah apa yang Yesus katakan dalam Matius 11:28, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.